
Divisi Collection merupakan salah satu komponen penting dalam perusahaan Pembiayaan atau yang biasa kita kenal dengan sebutan Leasing. Dalam suatu perekonomian bisnis baik perusahaan mikro, menengah atau perusahaan besar sekalipun tidak luput dari kebutuhan kredit. Sejak zaman dahulu hingga sekarang kesehatan kredit merupakan tolak ukur bagi suatu lembaga keuangan seperti bank atau perusahaan pemberi kredit.
Kelancaran kredit yang diberikan ke customer dapat mempengaruhi perkembangan dan laba perusahaan itu sendiri. Kelancaran kredit tersebut juga merupakan hasil dari kerja keras staff penagihan. Seperti yang diketahui, pada umumnya staff penagihan atau Collection merupakan bagian penting dalam sebuah perusahaan perkreditan.
Kali ini kita tidak lagi membahas apa itu collection dan bagaimana cara kerja collection, akan tetapi sekarang saatnya kita mengenal lebih dalam istilah-istilah umum pada proses Collection.
- Due Date adalah tanggal jatuh tempo pembayaran debitur yang didapatkan berdasarkan akad kredit atau tanggal cetak tagihan/billing.
- DPD (Day Past Due) atau overdue days adalah jumlah hari tertunggak yang dihitung dari due date debitur.
- Overdue amount adalah angsuran atau cicilan atau balance debitur yang sudah jatuh tempo yang belum dibayar atau menunggak sebelum dilakukannya proses hapus buku (WO/CO).
- Balance OD (balance overdue) adalah total amount outstanding cicilan/angsuran/balance tertunggak, yang biasa dapat di-breakdown berdasarkan bucket penagihan debitur sebelum proses hapus buku (write-off/charge-off), mis: Balance Past Due (1 β 30), Balance 30DPD, Balance 60DPD, dst.
- Bucket adalah penampungan seluruh account/debitur berdasarkan jumlah hari tertunggak/DPD, contoh: Current Bucket (DPD 0), Past Due Bucket (DPD 1 β 30), 30DPD Bucket (DPD 31 β 60), 60DPD Bucket (DPD 61 β 90), hingga ke bucket Write off/Charge Off.
- Flow adalah jumlah pemburukan akibat pengaliran (flows) dari bucket yang satu ke bucket yang lain dalam satu periode, yang dapat direpresentasikan dalam flow rate (persentase amount), flow amount dan flow account.
- Roll Back adalah kebalikan dari flow yaitu jumlah perbaikan akibat adanya pembayaran dari bucket terburuk ke bucket sebelumnya dalam satu periode yang dapat direpresentasikan dalam roll back rate (persentation amount), roll back amount dan roll back account.
- Saving Balance adalah jumlah outstanding balance/angsuran/AR yang berhasil diselamatkan akibat adanya perbaikan/pembayaran sebelum masuk ke bucket WO di masing – masing bucket dalam satu periode.
- Amount collect adalah jumlah pembayaran (payment) yang dilakukan oleh debitur atas seluruh tunggakan, umumnya berlaku untuk sebagai target untuk account WO.
- Repossess (sering kali disingkat Repo/Unit Tarikan) adalah proses penarikan unit debitur yang dijadikan sebagai agunan dikarenakan wanprestasi, baik berdasarkan aturan perusahaan maupun penyerahan secara sukarela dalam rangka pengambilalihan piutang bermasalah debitur.
- Recovery Rate adalah harga jual yang diperoleh dari penjualan/pelunasan unit dibagi dengan total amount outstanding principle unit pada saat dilakukan repossess.
- Loss on Repossess (LOR) adalah kerugian yang muncul dari selisih nilai jual unit tarikan setelah dikurangi dengan sisa amount principle ditambah biaya-biaya yang dikeluarkan dalam usaha penarikan unit. Jika ditambah dengan biaya proses penarikan disebut LOR Netto, namun jika tidak ditambah dengan biaya proses penarikan disebut LOR Bruto
- Net Cash In (NCI) atau Recovery adalah seluruh pembayaran yang masuk dari penyelesaian account WO/CO baik dengan cara penjualan unit WO maupun pelunasan unit WO, setelah dikurangi biaya piutang yang dihapuskan.
- Proyeksi adalah Perkiraan tentang keadaan yang akan datang
- Prediksi adalah Ramalan/Prakiraan dari proyeksi yang lebih akurat dengan menggunakan data sekarang atau data pada periode yang sama di tanggal/bulan/semester/tahun yang lalu sebagai acuan/asumsi.
- Target adalah suatu angka/nilai yang harus dicapai dalam suatu periode tertentu.
- Write Off (WO)/ Charge-off (CO) adalah penghapusbukuan piutang debitur yang telah melewati overdue days/DPD hari tertentu sesuai dengan kebijakan perusahaan, dimana pada umumnya > 180 hari
- Provisi adalah pencadangan terhadap account-account yang berpotensi menimbulkan kerugian di masa yang akan datang berdasarkan nilai historis.
- PTP (Promise to Pay) adalah hasil negosiasi yang didapatkan dari debitur berupa adanya janji bayar, yang direpresentasikan dalam amount janji bayar dan tanggal janji bayar, yang biasanya dijadikan salah satu acuan performance (target) penagih.
- Kept PTP adalah realisasi pembayaran yang dilakukan debitur atas PTP/janji bayar berdasarkan komitmen amount dan tanggal janji bayar, yang biasanya dijadikan salah satu acuan performance (target) penagih.
- Waive-off/diskon adalah salah satu layanan yang disediakan oleh perusahaan untuk memberikan potongan pembayaran kepada debitur, baik berupa persentase potongan maupun amount potongan atas variabel tagihan debitur, misal: potongan pinalti, potongan denda/late charge.
- Denda/late charge adalah biaya yang dikenakan kepada debitur atas telat pembayaran dari tanggal jatuh tempo/due date yang disepakati, baik dalam bentuk persentase maupun fixed amount.
- Collectability adalah pengkategorian debitur berdasarkan jumlah hari tertunggak/DPD/Overdue Days sesuai dengan aturan OJK, yaitu: Lancar, Perhatian Khusus, Kurang Lancar, Diragukan dan Macet.
Itulah penjelasan istilah-istilah umum Collection. Seluruh pihak dalam perusahaan lebih leluasa mengelola dan memonitor kinerja pada sistem Collection. Semua berlangsung secara real-time dan tersimpan langsung dalam system. Sudahkah perusahaan Anda memiliki System Collection yang memumpuni? eCentrix Collection System menjadi solusi yang siap membantu perusahaan Anda! untuk info lebih lanjut silahkan hubungi sales@ecx.cxt.co.id
By : Daniel Adrian







