
Menjalani pekerjaan sebagai telemarketing, berarti harus siap menghadapi tantangan. Di satu sisi, Anda harus memenuhi target pekerjaan, baik harian, mingguan, bulanan, maupun tahunan. Di sisi lain, mencari pelanggan, bukan hal yang mudah, meskipun juga bukan hal yang mustahil.
Posisi sebagai telemarketing berarti tergabung dalam tim sales. Sudah pasti, penolakan akan menjadi makanan sehari-hari. Anda harus paham benar cara berkomunikasi yang baik, melakukan pendekatan, cara menyampaikan, sampai meyakinkan calon pelanggan. Sebagai seorang sales, Anda harus melakukan hal-hal tersebut dengan baik, setiap saat. Apabila ditolak, berarti Anda memiliki kesempatan untuk memperdalam ilmu Anda dalam hal-hal yang telah disebutkan barusan.
Inilah beberapa tips yang dapat Anda lakukan jika calon pelanggan menolak tawaran Anda:
Tanyakan alasan
Ada banyak alasan yang membuat calon pelanggan menolak Anda. Beberapa di antaranya adalah karena faktor dari dalam diri calon pelanggan itu sendiri, produknya tidak sesuai dengan kebutuhan calon pelanggan, harga yang dianggap terlalu mahal, atau faktor dari Anda sendiri sebagai tenaga sales. Jika sudah tahu alasannya, Anda bisa menjadikannya acuan untuk meningkatkan kualitas.
Jangan fokus pada penolakan
Pada saat melakukan telemarketing, jangan fokus pada penolakan yang mungkin terjadi. Namun, fokuslah dalam memberi informasi tentang keunggulan produk. Pada intinya, ketika calon pelanggan belum mengatakan penolakanlebih dari dua kali, berarti bukan merupakan penolakan yang sebenarnya. Hal ini berdasarkan salah satu penelitian tentang Customer Behavior di Amerika Serikat.
Pahami jenis penolakan yang umum terjadi
Senjata utama saat melakukan telemarketing adalah mengetahui jenis-jenis penolakan yang umum terjadi. Selain itu, Anda juga harus menguasai handling objection atau cara mengatasi penolakan berdasarkan jenisnya tersebut.
Jangan menyangkal
Menjadi telemarketer untuk produk atau jasa yang mahal, akan lebih besar lagi kemungkinan ditolak oleh calon pelanggan. Anda jangan menyangkal pendapat mereka bahwa produk tersebut mahal. Setujui saja dan bersikaplam penuh empati. Jangan lupa, sisipkan penjelasan tentang keunggulan produk. Dengan demikian calon pelanggan akan tahu bahwa produk yang Anda tawarkan, harganya sebanding dengan kualitasnya. Jurus pamungkasnya, apabila calon pelanggan menganggap produk Anda mahal, berarti mereka bukan target yang tepat untuk produk yang Anda tawarkan.
Gali lebih dalam
Pada saat calon pelanggan mulai menolak tawaran, cobalah gali pengalaman mereka lebih dalam. Tanyakan kemungkinan mereka sudah menggunakan produk pesaing. Giring mereka untuk menceritakannya lebih banyak. Anda akan mendapatkan informasi tentang kelebihan produk pesaing. Anda pun bisa mengetahui peta persaingan produk yang ditawarkan. Selanjutnya, hal ini bisa menjadi bahan evaluasi, baik dari produk maupun perusahaan yang mengeluarkan produk tersebut.
Jangan memaksa
Jika calon pelanggan yang Anda hubungi benar-benar menolak tawaran, jangan terus menerus memaksanya untuk membeli. Jangan sampai mereka menutup telepon dengan kasar karena akan berpengaruh pada nama baik perusahaan Anda. Pada saat mereka tidak tertarik, akhiri pembicaraan dengan sopan. Jangan lupa ucapkan terima kasih.
Menjadi sales yang rutin melakukan telemarketing memang banyak tantangannya. Namun, jangan berkecil hati. Penolakan yang dilakukan oleh calon customer bisa dijadikan sebagai motivasi agar Anda terus meningkatkan semangat.
Belajar telemarketing dari sales lain
Meskipun Anda adalah sales, bisa saja Anda dihubungi dan ditawari produk oleh sales dari perusahaan lain. Inilah kesempatan Anda untuk belajar dari mereka. Ketika mereka menghubungi Anda, jangan buru-buru menolak atau menutup telepon, tapi berilah kesempatan untuk menjelaskan produk yang ditawarkan. Amati cara mereka memberi informasi tentang produk. Perhatikan keunggulan mereka dalam melakukan telemarketing. Lalu, evaluasi, apakah Anda sudah melakukan cara-cara yang mereka lakukan?







